Saturday, December 6, 2008

Ngga boleh pake 'Haduh'....


Senin minggu lalu, di lapangan tenis, saya latihan serve dipandu pak pelatih. Mungkin memang ngga berjiwa atlet (hehee..) walaupun sudah 3 tahunan ikut latihan, teteeup aja ngga ada kemajuan. Buat forehand sih lumayan lah, tapi backhand dan service...alamaaak...susah kaliii...

Sudah berbola-bola saya pukul tapi perbandingan bola in & out 1:20, hahaaa.. Dan setiap kali mukul, selalu keceplos, 'haduuh...out...haduuh..salah..'.
Tiba-tiba, pak pelatih nyeletuk, "Hayoo...ngga boleh pake 'haduh', pasti nanti masuk..."
And what a miracle, everytime he said that, the ball was in...

hmm... :) lucu juga... komentar ringannya justru sangat bermakna...

Tanpa sadar, dalam 1 hari tak terhitung berapa kali kita melontarkan kata 'duh' dengan beragam versinya, 'duh, haduh, waduh, hadoooh, uuuuh, waaa waaaa waaaaaaaaa' (yang terakhir itu apa ya??? hehe...).
Entah itu sekedar ekspresi, emosi sesaat atau memang kita betul-betul sedang kesal... bisa jadi kata itu sudah masuk ke alam bawah sadar kita dan bercokol selamanya di sana.
Sepertinya kita tak pernah berhenti mengeluh. Dalam situasi apapun, kita selalu mengeluh.
Susah sedikit, haduuh.... ribet sedikit, haduuh... sedih sedikit, haduuh... Rasanya hidup selalu penuh dengan beban. Kita sering lupa, setiap individu memanggul beban dengan takarannya masing-masing. Ngga lebih, ngga kurang. Yang di Atas itu Maha adil, Hakim Agung sejati. Mungkin juga kita kurang bersyukur, atas apa yang telah terjadi, yang kita miliki.

Nasehat pak pelatih, sejak hari itu, selalu melintas di benak, setiap kali saya lunglai, putus asa, mulai mengeluh lagi, eh...... terngiang, "hayoo, ngga boleh pake 'haduh'..." :) :) Saya jadi tersenyum.

Memang, hidup perlu ada beban,harus ada beban, kalo ngga ada, kita ngga belajar bertanggung jawab... tapi rasanya akan lebih ringan dan lebih indah, bila syukur padaNya tak pernah lupa diungkapkan.


("Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu")


Tuesday, November 25, 2008

Awanku.... Gulaliku.....

kadang putih bercampur hitam dan kelabu
kalau dipandang lagi, tampaklah kuning dan ungu
begitu banyak warna diadu
tapi tetap tampak menyatu

selalu ada saatku
memandangmu berarak pelan dan berlalu
dari layar lebar jendela kantorku

kadang kau tampak lucu menggemaskan
namun tak jarang terlihat menakutkan
sekali waktu beriring manis seluas pandang
atau berkejaran tertiup angin kencang

dikatakan langit cerah tanpa awan
namun tanpamu langit tidaklah rupawan
bagiku kau sungguh menawan
memandangmu membuatku nyaman
atau memang kuteringat cemilan ??


tebal tipis warna-warni...

kamu awan...atau gulali..... ???

Sunday, November 23, 2008

"Kamu lakukan untuknya, kamu lakukan untukKu"


Terbangun kaget sore-sore kemarin, koq rasanya pengen ikutan misa sore. Langsung mandi plus dandan dikit, brangkat lah saya ke Gereja Kristus Raja, Pejompongan. Misanya mulai jam 17.30. Romo Rohadi mimpin misa. Walaupun lagi pilek, suara Romo masih kedengeran lantang pisan.

Bacaan Injil minggu ini tentang Penghakiman Terakhir.

Ternyata gambaran The Final Judgement yang disampaikan Injil berbeda dengan pemikiran kita pada umumnya. Pemikiran kanak-kanak... dimana perbuatan baik dan perbuatan dosa akan ditimbang masing-masing menggunakan Neraca Keadilan. Yang lebih berat menentukan dimana "hidup" akan dilanjutkan.

Penghakiman menurut Injil bukan sekedar timbang menimbang yang baik dan buruk. Pelayanan kepada sesama yang hina & miskin lebih menyita perhatian-Nya.

"Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku."

Dia menyamakan diriNya dengan yang terhina.
Tiba-tiba saja imajinasi saya terhenti. Tak perlu lagi membayangkan Tuhan berada nun jauh di atas sana. Di atas langit. Di luar galaksi. Jauh tak terengkuh. Mulia tidak sama dengan jauh. Berdoa harus mendongak, siapa yang nyuruh?

Tuhan justru ada di bawah. Dia memilih berada di sana. Menjadi hina sama seperti kita.

Namun pada saat kita tergoda untuk terbang, bersenang2 demi kepuasan semata, kitalah yang meninggalkan Dia.

Pada saat sayap kita patah, kita jatuh, terhempas ke tanah, kita justru kembali bersamaNya.

Namun sayang, mata hati kita telah buta. Silaunya cahaya gemerlap membuat kita lupa akan indahnya gelap. Sementara dalam kegelapan jiwa kita, Dia rindu menanti kita mendapatkanNya kembali. Dia mengerti.. kita butuh waktu untuk mencari..


"Berapa lama waktu yang kau butuhkan, nak?


Semoga tak terlalu lama."


"..............."



Thursday, November 20, 2008

Terjadi Lagi.................

tak seharusnya kau kubenci
tapi akhirnya tetap kumaki
seonggok kuasa yang kau miliki
sering membuatmu tak tau diri

fakta di seputar semanggi
tak akan bisa kau pungkiri
terlalu banyak saksi-saksi
memantau kau bertransaksi

dan hari ini...
kembali kupergoki
kau sedang beraksi
korbanmu pasrah minggir ke kiri
terbayang....waduuuu kluar duit lagiiiiii !!!!!!

Wednesday, November 19, 2008

T.U.H.A.N


Tuhan itu satu
Tuhan itu tunggal
Tuhan itu esa
Tuhan itu single

Tuhan itu sempurna
Tuhan itu mulia
Tuhan itu berkuasa
Tuhan itu segalanya

Jangan menggugat Tuhan, kar'na Tuhan ta' layak jadi tersangka
Jangan menyalahkan Tuhan, kar'na Tuhan ta' pernah salah
Kalo Tuhan salah, liat pasal satu (lhoo.... emangnya ospek???)

Jangan membedakan Tuhan, kar'na Tuhan hanyalah Dia
Tuhanku, Tuhanmu, Tuhan kita, ta' ada beda
Palingan cuma beda nama
Nama pemberian hamba, untuk Tuhannya

Thursday, November 13, 2008

The Ironies of Life


(dari milis tetangga)


Men:
  • All men are extremely busy
  • Although they are so busy, they still have time for women
  • Although they have time for women, they don't really care for them
  • Although they don't really care for them, they always have one around
  • Although they always have one around them, they always try their luck with others
  • Although they try their luck with others, they get really pissed off if the woman leaves them
  • Although the woman leaves them, they still don't learn from their mistakes and still try their luck with others
Women:
  • The most important thing for a woman is financial security
  • Although this is important, they still go out and buy expensive clothes and stuff
  • Although they always buy expensive clothes, they never have something to wear
  • Although they never have something to wear, they always dress beautifully
  • Although they always dress beautifully, their clothes are always just "an old rag"
  • Although their clothes are always "just an old rag", they still expect men to compliment them
  • Although they expect men to compliment them, when men do, they don't believe in them


Coklat


coklat warnamu
manis rasamu
membuatku tak jemu
mencicip selalu

walau kadang ngilu gigi ini
ku tak mau peduli
seperti kata meggi
daripada sakit hati
lebih baik sakit gigi iniiiii

(aiiih....dankduth kaliiiiii...)

coklat oh coklat....
mengapa rasamu sangat dahsyat
membuaiku begitu hebat
namun kuharus gerak cepat
meleng dikit..kau ludes disikat... :(