Wednesday, May 28, 2008

I'll Be Alright

It's time for me to let You know
I am so glad that I have You
Through all these years
I am so thankful

Now that I've grown
I'll always be thinking of You
With all the things You taught me so
I always remember

I'll be alright, I'll be OK
I will be good learning along the way
All from the heart, these things I do
I'll make You proud because I love You

I'll be alright, I'll be OK
I will be fine and I'll be good all the way
All from the heart, these things I do
I'll make You proud because I do
I love You so

I will stand tall and I'll try not to fall
As I reach all of my goals
I will go on, and I will move on
All because of You
For You

(Sarah Geronimo)

Thursday, May 22, 2008

Sang Tersalib...


(Doa Di Hadapan Salib)

Sang Tersalib,
Bila aku lemah, Engkau menjadi kekuatanku

Bila aku jatuh, Engkau membantu aku bangun
Bila aku merana, Engkau menjiwaiku
Bila aku menangis, Engkau menghiburku
Bila aku menderita, Engkau menyembuhkanku
Bila aku bimbang, Engkau menjaminku
Bila aku memanggil-Mu, Engkau menjawabku


Sang Tersalib,
Engkaulah cahaya yang menyinari
Engkaulah matahari yang memanaskan
Engkaulah makanan yang memelihara
Engkaulah sumber yang menyegarkan
Engkaulah keindahan yang mempesona
Engkaulah kesunyian yang menguatkan
Engkaulah samudera tempaku tenggelam
Engkaulah jurang tempatku hilang
Aku mendapatkan segalanya
Dalam Sang Tersalib



Sunday, May 18, 2008

Negara Mulan Jameela

Baru aja terbangun gara-gara bunyi alarm handphone kekencengan, masih belum 100% sadar, ternyata ada acara menarik di salah satu channel stasiun TV swasta, John ‘Pantau’. Salah satu scene nya menayangkan beberapa orang yang diwawancara oleh si John. Dari yang tua sampai yang muda... Dari tukang ojheg sampai guru PPKN.
Pertanyaan si John ini... gampang-gampang susah... “Sebutkan Sila ke-2 Pancasila!” Hayooo… masih ingat ga? Dari 10 orang yang diwawancarai, hanya 3 orang yang menjawab benar, itupun setelah 2-3x ngulang jawab. Yang bikin saya agak amazed... si ibu guru PPKN itu pun tak bisa menjawab dengan benar... itu belum seberapa, cara si ibu ngeles... benar-benar bikin takjub...“Kita lebih menitik beratkan pada pelaksanaan Pancasila, mas... bukan teorinya...” ck ck ck... Gimana mo melaksanakan kalau teorinya aja ga tau? Dan yang ngomong begitu, GURU... GURU PPKn PULA!!! Satu kata yang terpikir di benak saya waktu itu cuma... BOBROK!!!

Scene lainnya hampir serupa dengan sebelumnya, hanya pertanyaannya diganti, “Apa judul lagu wajib yang saya nyanyikan ini?” Lalu mulailah si John menyanyikan penggalan terakhir lagu ‘Garuda Pancasila’. “Ayo majuuu..maju…ayo majuuu.. maju…ayo majuuu…majuu…”

Korban pertama adalah dua cowok berseragam SMU, dan mau tau jawabannya apa? “Aku seorang kapiten!!!” mhuahahahahahahaha.
Korban kedua lolos....
group band Coklat pinterrr.... sekali tebak langsung bener :b
Korban-korban selanjutnya sama dengan yang pertama, alias ancur pisan... sampai sekarang masih aja ada yang mengira lagu ‘Hari Merdeka’ itu judulnya ’17 Agustus tahun 45’…capee deee...
Nah yang terakhir nih… anak cewe imoet-imoet, palingan juga masih TK, bintang sinetron kalo ga salah (ga tau siapa), sukses nebak ‘Garuda Pancasila’ tapi ga tau lagi lagu wajib lainnya, dengan spontan dia mengaku, “Aku ga tau, aku bisanya nyanyi ‘Wonder Women’… lagunya orang-orang dewasa..” <<taelaaa….. umur lu berape, cong???>> Dan berkumandanglah lagu kebangsaan Mulan Jameela itu, “Aku buuukan wonder women mu yang biiiisa terus menahan…rasaaaa sakit karna mencintaimuuh…”


Prihatin ga sih…? Koq bisa ‘Hari Merdeka’ kalah ngetop dibanding lagu Mulan Jameela yang…jujur neh… NGGA BANGET GITUU LHHOOOHHH... Saya memang bukanlah seorang nasionalis sejati, tapi miris rasanya melihat kaum muda tidak lagi mengenal identitas bangsa sendiri. Dasar negara yang begitu sempurna dan mulia hanya dipandang sebagai teori belaka. Melupakan jerih payah tokoh bangsa, sementara selebritis dipuja-puja. Mungkin suatu saat nanti Indonesia harus ganti nama, jadi Mulan Jameela... Negara Keseksian Mulan Jameela.


Saturday, May 17, 2008

.....Comfort Zone.....


5 years and 11 months has passed by, and I’m still here… think less to hunt for other perfect places. Like a wheel, I’ve been up against great and dreadful moments. Got bored, saturated and desperate lots of time, but surprisingly there was always a change that made me chose to stay and did the best that I could.
It really broke my heart when I saw my friends left one by one. But don’t know why, I always feel that things will be better as time goes by, the wheel will take us to experience the wonderful moments over again.
People may say I’m so stupid, big coward… neglect good opportunities out there, but… good or bad is relative, isn’t? And I never regret it. Do I stay too long in a comfort zone?
Maybe I am… but in this place, I have become ‘someone’… strong and confident, reliable and sociable, discipline and persistent, dare to stand tall…I know now, how to appreciate ‘friendship’, ‘hard work’, and many more lessons of life.
Like Taylor Hicks said in his song, “I’ve learned to love myself in spite of me, and I’ve learned to walk the road that I believe”.
I realize I may change someday, perhaps there will come a time, when this place will no longer be my ‘comfort zone’, perhaps I will (finally) success to find another ‘delicious cheese’ :)
But until that moment, I choose to walk on this path… develop my abilities and personality.
Just as my best mentor ever said, “this is our ‘small shop’ that needs to be taken care of” :)
Well, here I will stand, till my time comes ………

Wednesday, May 7, 2008

Ilmu Cinta

Hasil pencerahan dari sahabat terbaik, together we through the endless sleepless nights with so many fun-crazy-yet-deep conversations :) thanks Mas Andy...




Cinta bukan ABG
Cinta bukan romansa

Cinta...dari mata turun ke hati
mata untuk melihat
Hati untuk memandang

Melihat dengan mata, telinga, bibir, kaki dan tanganmu
Memandang dengan Ilmu melewati akalmu

Bila Cinta hanya melihat
Maka Cinta itu buta

Bila Cinta bisa memandang
Maka orang buta pun akan merasakan cinta


**********************************************************************
Seberapa jauhkah pemahaman kita akan Ilmu Cinta?
Sudah mampukah kita memandang dengan 'mata' hati kita?