Wednesday, September 24, 2014

Kekasih Hati


bila kulafalkan namamu,
kurasakan energiku bangkit
bagai mantra puja pada para dewa
menggerakkan denyut rasa
menyalakan api-api cinta
memanggil jiwa yang berkelana
kembali menjejak pada raga


saat wajahmu berjelajah dilamunku,

ada sensasi yang menggelitik
tergesa mendesak indera berkutik
menghantarkan bayang-bayang eksotik
melesat berpacu bersama darahku
bergegas mengetuk pintu kalbu
untuk segera melabuhkan rindu


dan kala hadirmu dihadapku sungguh nyata,

akan kubekukan detak masa
diam dalam ingin yang bergelora
menikmati nirwana kita
hingga ragumu sirna..
kalutmu reda

tapi saat ini..

ku hanya mampu mendikte mimpi
mengurai sepi sendiri
menjaga sayang sampai ke ujung hari
menyambut sang kekasih hati

:)





Tuesday, August 5, 2014

Bukan Kuburan



















hening sangat....
hingga kantuk ini bertambah hebat
segala posisi membuatku penat
waktu terasa bergerak lambat-lambat...

kupasang earphone-ku
dan bergulir lagu demi lagu
dengan berbagai lirik unyu
namun kini kantuk dan jemu makin menyatu

selintas kulirik dunia sekitar
wajah-wajah serius juga datar
hai kawan...kau sedang berpikir... atau sadar tersamar?

ini kantor... bukan kuburan
sedikit hiburan kurasa bukan dosa
sesekali lepaskanlah gurau dan tawa
lumayan ngurangin beban pikiran

sekali lagi kuingatkan, kawan....
ini kantor....... bukan kuburan...
sebelah kiri dan kananmu bukanlah setan
mari bersenang-senang....
sebelum ngebanyol itu dilarang  :D


**a day without laughter is a day wasted -- Charlie Chaplin**

Friday, August 1, 2014

Ya Sudahlah....


tiba-tiba teringat
sesaat tercium aroma dapur yang menyengat
malam itu terakhir kali kita berdebat

tatap temu sambil lalu
harusnya membuatku tahu
pertemanan kita berhenti di titik itu

tanyaku tak berujung jawabmu
bingungku akan bungkammu
usahaku berbuah pesan bisu

hari berganti tahun, dan aku lelah
tak ada niat mengunjuk salah
hanya resah akan sikap yang berubah

bila tak kunjung tiba sapamu
ya sudahlah...
aku menyerah...
cukupku mengenalmu..

sudah cukuplah...


Friday, July 18, 2014

Heartbreaking


blithe but weary
excited yet so jumpy
the warmth and the affection
I know I'm blessed

I'm longing for peace and comfort
and it's right in my hand now
but somehow...
I cannot hold it
cannot keep it..

and it is heartbreaking...

Wednesday, April 23, 2014

Bila Kutitipkan



















Bila kutitipkan dukaku pada langit,
Pastilah langit memanggil mendung

Bila kutitipkan resahku pada angin,
Pastilah angin menyerukan badai

Bila kutitipkan geramku pada laut,
Pastilah laut menggiring gelombang

Bila kutitipkan dendamku pada gunung,
Pastilah gunung meluapkan api

Tapi...

Kan kusimpan sendiri mendung dukaku
Dalam langit dadaku

Kusimpan sendiri badai resahku
Dalam angin desahku

Kusimpan sendiri gelombang geramku
Dalam laut pahamku

Kusimpan sendiri..


*a poem by Gus Mus

Friday, December 6, 2013

Make Mistakes












I hope that in this year to come, you make mistakes.

Because if you are making mistakes,
then you are making new things,
trying new things,
learning, living,
pushing yourself, changing yourself,
changing world.

You are doing things you've never done before
and more importantly...
You are DOING something.

Don't freeze..
Don't stop..
Don't worry that it isn't good enough, or it isn't perfect.

Whatever it is...
Art, or love, or work, or family or life...

Whatever it is you are scared of doing,
Do it !

Make your mistakes...

Next year and forever.

-Neil Gaiman-

Thursday, October 17, 2013

Pulang



DI TITIK INI AKU MEMILIH,
UNTUK BERSANDAR PADA KETIDAKPASTIAN 
DAN MEMBIARKAN ANGAN MELAKUKAN PERJALANAN...
MEMBEBASKANNYA MELAYANG DALAM KEHAMPAAN
KEMBALI PADA ESENSI MULANYA

HAMPA...
KUMENGERTI ITULAH AWAL HIDUP..
KESENDIRIAN YANG TAK TERELAKKAN
PENGEMBARAAN YANG MELELAHKAN
MENCARI DALAM INGIN
DAN MENEMUKAN KETIADAAN

NAMUN..
KARENA ITULAH AKU TERBAWA
SAMPAI KEPADA RASA...

YANG MENGGELITIK INDERA,
MEMBUYARKAN LOGIKA
YANG MENEDUHKAN, MENENANGKAN..
NYAMAN...

TERSENTAK SADARKU..
SAAT SATU SOSOK JIWA
TERBENTUK NYATA DI DEPAN MATAKU
MEMAPARKAN KEKINIAN YANG BIASANYA KUABAIKAN

RASA ITU.. TERNYATA RINDU...
AKU RINDU RUMAH

KUBELOKKAN KEMUDI HATIKU
KINI AKU PUNYA ARAH...
JIWA ITU MERAIH DAN MENUNTUNKU
DIA MENGIZINKAN TANGANKU MENGATUP
DIA MEMBIARKAN BIBIRKU MENGUCAP
KATA DAN DOA...
MENGUNGKAP KERINDUAN YANG SAMA
IA PUN INGIN PULANG

BERSAMA DIA HASRAT INI MEMBIMBING AKAL
BERIMPROVISASI MENEMUKAN CARA
MENCARI JALAN...
MENYATUKAN TUJUAN...
MELEPAS KABUT MASA LALU
MENAPAKKAN KAKI DAN MELANGKAH,
MENUJU "RUMAH"


KAMULAH "PULANGKU"...

KAMULAH "RUMAH ITU"...


***

-- dibutuhkan suatu perjalanan dan segala likunya, untuk dapat memahami apa artinya "pulang". --